Gerund adalah kata kerja yang berakhiran -ing yang berfungsi sebagai kata benda. Gerunds mempunyai bentuk yang sama dengan Participles, yaitu sama-sama berakhiran -ing, namun berbeda fungsi. Untuk Participles kami akan membahasnya secara terpisah.
Di bawah ini akan kami bahas fungsi dari Gerund. Hal yang perlu diingat adalah Gerunds dianggap sebagai Singular dan kata gantinya adalah "it".
KAPAN KITA GUNAKAN GERUNDS?
1. SEBAGAI SUBJEK KALIMAT
Apabila kita ingin meletakkan Kata Kerja di awal kalimat, maka kita harus mengubahnya menjadi V-ing.
Contoh:
• Smoking is bad for your health.
(Merokok itu tidak baik untuk kesehatan)
• Reading is my hobby.
(Membaca adalah hobi saya)
2. SEBAGAI OBJEK KALIMAT
Apabila Kata Kerja berfungsi sebagai Objek Kalimat, maka gunakan juga V-ing (Gerunds).
Contoh:
• I don't like fishing.
(Saya tidak suka memancing)
• I will stop smoking.
(Saya akan berhenti merokok)
3. SEBAGAI SUBJECTIVE COMPLEMENT
Apabila ada kata kerja yang berfungsi sebagai pelengkap pokok kalimat, maka juga harus dibentuk dalam V-ing. Bentuk ini biasanya setelah "to be".
Contoh:
• My hobby is swimming.
(Hobby saya adalah berenang)
• His best talent is teaching.
(Bakat terbaiknya adalah mengajar)
• My favorite activity in leasure time is fishing.
(Aktivitas favorit saya pada waktu senggang adalah memancing)
4. SETELAH NO..!
Pada ungkapan larangan setelah "No" juga harus dibuat dalam bentuk V-ing (Gerunds).
Contoh:
• No spitting!
(Dilarang meludah!)
• No Smoking!
(Dilarang merokok)
5. SETELAH POSSESSIVE ADJECTIVES
Jika ingin meletakkan kata kerja setelah kata kepunyaan seperti my, our, her, dllmaka kata kerjanya juga harus dalam bentuk Gerunds.
Contoh:
• Thank you for your visiting.
(Terima kasih atas kedatangan Anda)
• I am sorry for my coming late.
(Mohon ma'af atas keterlambatan saya)
6. MENYATAKAN PASIF
Untuk menyatakan kalimat pasif, khususnya setelah Kata Kerja Want, Need, require,dan deserve, maka gunakan Gerunds.
Contoh:
• Your house need repainting.
(Rumahmu perlu dicat ulang)
• This car wants repairing.
(Mobil ini mau diperbaiki)
7. SEBAGAI IDIMATIC EXPRESSION
Untuk fungsi ini biasanya berpola "GO + V-ing".
Contoh:
• I went shopping with my mother.
(Saya pergi berbelanja dengan ibu saya)
• She will go camping, won't she?
(Dia akan pergi berkemah, bukan?)
8. SETELAH KATA DEPAN (PREPOSITIONS)
Apabila ada kata kerja yang berada setelah kata depan, maka harus dibentuk dalam Gerunds.
Contoh:
• Before leaving, I locked the door.
(Sebelum pergi, saya mengunci pintu rumah)
• He goes out without saying anything.
(Dia keluar tanpa mengucapkan sepattah kata pun)
9. SETELAH KATA KERJA TERTENTU
Apabila ada kata kerja setelah kata kerja di bawah ini, maka kata kerja yang kedua harus dalam bentuk Gerunds.
Admit, discuss, enjoy, forget, remember, finish, stop, avoid, dll
Contoh:
• My father enjoy swimming very much.
(Ayah saya suka sekali berenang)
• Mary has finished discussing about Africa and its people.
(Mary sudah selesai mendiskusikan tentang Africa dan orang-orangnya)
10. SEBAGAI PELENGKAP IDIOM
Apabila ada kata kerja yang berada setelah idiom di bawah ini, maka juga harus dalam bentuk Gerunds.
Cant't help, feel like, can't stand, look like, don't mind, it's wort, it's no good, it's no use, dll
Contoh:
• I think it's no use trying it again.
(Saya rasa tidak ada gunanya untuk mencobanya lagi)
• I can't stand meeting the Queen.
(Saya sudah tidak tahan lagi untuk berjumpa dengan sang Ratu)
Senin, 16 April 2012
Direct Speech (Kalimat Langsung) & Indirect Speech (Kalimat Tak Langsung)
Direct Speech (Kalimat Langsung) ialah kata-kata kalimat yang diucapkan langsung oleh si pembicara.
Indirect Speech (Kalimat Tak Langsung) ialah kalimat yang diucapkan untuk melaporkan kata-katansi pembicara kepada orang lain. Jadi, Indirect Speech (Reported Speech) digunakan bila kita ingin melaporkan kata-kata seseorang kepada orang lain secara tak langsung.
Direct & Indirect Speech terdiri dari 3 jenis yaitu :
I. Statement (pernyataan)
II. Command (perintah)
III. Question (pertanyaan)
Perubahan-perubahan yang perlu dari Direct ke Indirect Speech :
1. To be & Auxiliary Verbs
Direct Indirect
Am/is/are - was/were
Shall/will - should/would
Can - could
May - might
2. Time & Place (keterangan waktu & tempat)
Direct Indirect
now - then
tomorrow - the following day
next week - the following week
tonight - that night
today - that day
yesterday - the day before
3. Tenses
Direct Indirect
Simple present - simple past
Present continous - past continous
Present perfect continous - past perfect continous
Simple future - past future
I. STATEMENT
Dalam Indirect Statement kita menggunakan kata that (bahwa) sebagai penghubung antara kalimat pengantar (introduce phrase) dan kata-kata yang dilaporkan (reported words). Kalimat-kalimat pengantar dalam indirect statement ialah :
He said
He said to me that + reported words
He told me
e.g - Mary told her friends “I have been to Bali twice.”
- Mary told her friends that she had been to Bali twice.
- Father said “I am going out of town tomorrow”
- Father said that he was going out of town the following day.
Apabila kalimat pengantarnya dalam bentuk Simple Present Tense, maka kalimat yang dilaporkan tidak mengalami perubahan.
e.g - John says “I will go to Bandung tomorrow”
- John says that he will go to Bandung tomorrow
- Mary says “I have seen that film”
- Mary says that she has seen that film.
II. COMMAND
Command dibagi dalam 2 (dua) bagian yaitu :
1. Positive Command
Dalam perintah positif kita tambahkan to di depan kalimat perintahnya, sebagai penghubung antara kalimat pengantar dan perintah yang dilaporkan. Kalimat-kalimat pengantar dalam jenis ini ialah :
to + infinitive
He asked me
He told me
e.g - He asked me “Open your book”
- He asked me to open my book.
- Mary told me “Stop talking to Jane”
- Mary told me to stop talking to Jane.
2. Negative Command
Dalam perintah negatif kita tambahkan not to di depan perintah yang dilaporkan.
e.g - Mary told John “Don’t wait for me”
- Mary told John not to wait for her.
- I told him “Don’t mention it to anyone”
- I told him not to mention it to anyone.
III. QUESTION
Bila pertanyaan langsung (direct question) menggunakan kata-kata tanya seperti ; Where, When, Why, What, Who, How, dll, maka kata-kata tersebut digunakan sebagai penghubung dalam reported Speech. Pertanyaan yang dilaporkan berubaha menjadi bentuk positif. Kalimat pengantarnya ialah :
Positif Form
He asked me where
When etc.
e.g - The man asked me : “Where do you live ?”
- The man asked me where I lived.
- John asked Mary : “Why do you get angry with me ?”
- John asked Mary why she got angry with him.
Bila pertanyaan langsung tidak menggunakan kata-kata tanya, dan hanya merupakan pertanyaan dalam bentuk “Yes & No Question”, maka kita menggunakan kata-kata if, whether (jika, apakah) sebagai penghubung antara kalimat pengantar dan pertanyaan yang dilaporkan.
e.g - The boy asked John : “Does Mary live near here?”
- The boy asked John if Mary lived near there.
- The teacher asked her : “Have you finish your homework ?”
- The teacher asked her if he had finished her homework.
IV. REPORTED SPEECH / MIXED TYPE (Jenis Gabungan)
Bila pertanyaan dan pernyataan digabung dalam Reported Speech maka kita menggunakan kata as (karena) sebagai penghubung pada bagian kalimat pernyataan yang dilaporkan. Dalam hal ini kalimat pernyataan tersebut dilaporkan kemudian. Perhatikanlah contoh-contoh berikut ini :
e.g - She asked me :”What is the time ?”, my watch has stopped.
- She asked me what the time was as her watch had stopped.
- Ira asked John :”what is the matter with you ?”, You don’t look well.
- Mary asked John what the matter was with him as he didn’t look well.
Bila dalam pertanyaan langsung disertai dengan jawaban Yes dan No, maka kita menggunakan kata but sebagai penghubung untuk jawaban No dan kataand sebagai penghubung untuk jawaban Yes.
e.g - He asked me :”Will you go out wiith me ?” No, I won’t.
- He asked me if I would go out with him but I said I wouldn’t.
- Mother asked John :”Have you had lunch ?” No, I haven’t.
- Mother asked John if he had had lunch but he said he hadn’t.
Direct & Indirect with Auxiliaries
Perhatikan perubahan-perubahan yang perlu dari Auxiliaries
Direct Indirect
Was/were - had been
can - could
may - might
must & have to - had to
must not - wasn’t to/musn’t
needn’t - didn’t have to
e.g - Mary said :” I was sick yesterday.”
- Mary said that she had been sick the day before.
- The man asked me :” Can you speak English ?”
- The man asked me if I could speak English.
Indirect Speech (Kalimat Tak Langsung) ialah kalimat yang diucapkan untuk melaporkan kata-katansi pembicara kepada orang lain. Jadi, Indirect Speech (Reported Speech) digunakan bila kita ingin melaporkan kata-kata seseorang kepada orang lain secara tak langsung.
Direct & Indirect Speech terdiri dari 3 jenis yaitu :
I. Statement (pernyataan)
II. Command (perintah)
III. Question (pertanyaan)
Perubahan-perubahan yang perlu dari Direct ke Indirect Speech :
1. To be & Auxiliary Verbs
Direct Indirect
Am/is/are - was/were
Shall/will - should/would
Can - could
May - might
2. Time & Place (keterangan waktu & tempat)
Direct Indirect
now - then
tomorrow - the following day
next week - the following week
tonight - that night
today - that day
yesterday - the day before
3. Tenses
Direct Indirect
Simple present - simple past
Present continous - past continous
Present perfect continous - past perfect continous
Simple future - past future
I. STATEMENT
Dalam Indirect Statement kita menggunakan kata that (bahwa) sebagai penghubung antara kalimat pengantar (introduce phrase) dan kata-kata yang dilaporkan (reported words). Kalimat-kalimat pengantar dalam indirect statement ialah :
He said
He said to me that + reported words
He told me
e.g - Mary told her friends “I have been to Bali twice.”
- Mary told her friends that she had been to Bali twice.
- Father said “I am going out of town tomorrow”
- Father said that he was going out of town the following day.
Apabila kalimat pengantarnya dalam bentuk Simple Present Tense, maka kalimat yang dilaporkan tidak mengalami perubahan.
e.g - John says “I will go to Bandung tomorrow”
- John says that he will go to Bandung tomorrow
- Mary says “I have seen that film”
- Mary says that she has seen that film.
II. COMMAND
Command dibagi dalam 2 (dua) bagian yaitu :
1. Positive Command
Dalam perintah positif kita tambahkan to di depan kalimat perintahnya, sebagai penghubung antara kalimat pengantar dan perintah yang dilaporkan. Kalimat-kalimat pengantar dalam jenis ini ialah :
to + infinitive
He asked me
He told me
e.g - He asked me “Open your book”
- He asked me to open my book.
- Mary told me “Stop talking to Jane”
- Mary told me to stop talking to Jane.
2. Negative Command
Dalam perintah negatif kita tambahkan not to di depan perintah yang dilaporkan.
e.g - Mary told John “Don’t wait for me”
- Mary told John not to wait for her.
- I told him “Don’t mention it to anyone”
- I told him not to mention it to anyone.
III. QUESTION
Bila pertanyaan langsung (direct question) menggunakan kata-kata tanya seperti ; Where, When, Why, What, Who, How, dll, maka kata-kata tersebut digunakan sebagai penghubung dalam reported Speech. Pertanyaan yang dilaporkan berubaha menjadi bentuk positif. Kalimat pengantarnya ialah :
Positif Form
He asked me where
When etc.
e.g - The man asked me : “Where do you live ?”
- The man asked me where I lived.
- John asked Mary : “Why do you get angry with me ?”
- John asked Mary why she got angry with him.
Bila pertanyaan langsung tidak menggunakan kata-kata tanya, dan hanya merupakan pertanyaan dalam bentuk “Yes & No Question”, maka kita menggunakan kata-kata if, whether (jika, apakah) sebagai penghubung antara kalimat pengantar dan pertanyaan yang dilaporkan.
e.g - The boy asked John : “Does Mary live near here?”
- The boy asked John if Mary lived near there.
- The teacher asked her : “Have you finish your homework ?”
- The teacher asked her if he had finished her homework.
IV. REPORTED SPEECH / MIXED TYPE (Jenis Gabungan)
Bila pertanyaan dan pernyataan digabung dalam Reported Speech maka kita menggunakan kata as (karena) sebagai penghubung pada bagian kalimat pernyataan yang dilaporkan. Dalam hal ini kalimat pernyataan tersebut dilaporkan kemudian. Perhatikanlah contoh-contoh berikut ini :
e.g - She asked me :”What is the time ?”, my watch has stopped.
- She asked me what the time was as her watch had stopped.
- Ira asked John :”what is the matter with you ?”, You don’t look well.
- Mary asked John what the matter was with him as he didn’t look well.
Bila dalam pertanyaan langsung disertai dengan jawaban Yes dan No, maka kita menggunakan kata but sebagai penghubung untuk jawaban No dan kataand sebagai penghubung untuk jawaban Yes.
e.g - He asked me :”Will you go out wiith me ?” No, I won’t.
- He asked me if I would go out with him but I said I wouldn’t.
- Mother asked John :”Have you had lunch ?” No, I haven’t.
- Mother asked John if he had had lunch but he said he hadn’t.
Direct & Indirect with Auxiliaries
Perhatikan perubahan-perubahan yang perlu dari Auxiliaries
Direct Indirect
Was/were - had been
can - could
may - might
must & have to - had to
must not - wasn’t to/musn’t
needn’t - didn’t have to
e.g - Mary said :” I was sick yesterday.”
- Mary said that she had been sick the day before.
- The man asked me :” Can you speak English ?”
- The man asked me if I could speak English.
Senin, 26 Maret 2012
Tenses
PAST TENSES
PAST TENSE
1. Simple past tense ( Bentuk lampau sederhana )
Adalah bentuk waktu yang digunakan untuk menerangkan peristiwa atau perbuatan yang dilakukan pada saat tertentu di waktu lampau dalam bentuk sederhana. Waktu terjadinya peristiwa atau perbuatan itu telah diketahui.
a. Kalimat Verbal
1. Pola kalimat verbal positif yang digunakan di dalam bentuk waktu ini adalah :
SUBYEK + PAST TENSE(V2)
Contoh : - She studied Englishlast night
= Dia belajar bahasa inggris tadi malam
2. Pola kalimat verbal negative yang digunakan adalah :
SUBYEK + did + not + infinitive
Contoh : - She did not study English last night.
b. Kalimat Nominal
1. Pola kalimat nominal positif yang digunakan adalah :
Untuk subyek We, You, They
SUBYEK + were + Non Verb
Untuk subyek I, He, She, It.
SUBYEK + was + Non Verb
Contoh : - I was ill yesterday
= Saya sakit kemarin
2. Poa kalimat nominal negative yang digunakan adalah :
Untuk subyek You, We, They.
SUBYEK + were + not + Non Verb
Untuk subyek I, He, She, It.
SUBYEK + was + not + Non Verb
Contoh : - I was not ill yesterday
= Saya tidak sakit kemarin
3. Pola kalimat nominal Tanya yang digunakan adalah :
Untuk subyek You, We, They.
Were + SUBYEK + Non Verb ?
Untuk subyek I, He, She , It.
Was + SUBYEK + Non Verb ?
Contoh : - Was I ill yesterday
= Apakah saya sakit kemarin ?
2. Past Continuous Tense ( Bentuk Waktu Lampau Sedang Berlangsung )
Ialah pada umumnya digunakan untuk menyatakan perbuatam, keadaan atau peristiwa yang sedang berlangsung di waktu lampau di saat keadaan atau perbuatan yang lain terjadi.
1. Pola kalimat Positif yang digunakan adalah :
Untuk subyek You, We, They.
Subyek + were + infinitive + ing
Untuk subyek I,He,She, It.
Subyek + was + infinitive + ing
Contoh : - I was writing a letter when the ball rang.
= Saya sedang menulis sepucuk surat ketika bel berbunyi.
2. Pola kalimat negative yang digunakan adalah :
Untuk subyek You, We, They.
Subyek + were + not + infinitive+ ing.
Untuk subyek I, He, She, It.
Subyek + was + not + infinitive + ing
Contoh : - I was not writing a letter when the bell rang
= Saya tidak sedang menulis sepucuk surat ketika bell berbunyi.
3. Pola kalimat Tanya yang digunakan adalah :
Untuk subyek You, We, They.
Were + Subyek + infinitive + ing ?
Untuk subyek I, He,She, It.
Was + Subyek + infinitive + ing ?
Contoh : - Was I writing a letter when the bell rang
= Apakah saya sedang menulis sepucuk surat ketika bell berbunyi ?
PAST TENSE
1. Simple past tense ( Bentuk lampau sederhana )
Adalah bentuk waktu yang digunakan untuk menerangkan peristiwa atau perbuatan yang dilakukan pada saat tertentu di waktu lampau dalam bentuk sederhana. Waktu terjadinya peristiwa atau perbuatan itu telah diketahui.
a. Kalimat Verbal
1. Pola kalimat verbal positif yang digunakan di dalam bentuk waktu ini adalah :
SUBYEK + PAST TENSE(V2)
Contoh : - She studied Englishlast night
= Dia belajar bahasa inggris tadi malam
2. Pola kalimat verbal negative yang digunakan adalah :
SUBYEK + did + not + infinitive
Contoh : - She did not study English last night.
b. Kalimat Nominal
1. Pola kalimat nominal positif yang digunakan adalah :
Untuk subyek We, You, They
SUBYEK + were + Non Verb
Untuk subyek I, He, She, It.
SUBYEK + was + Non Verb
Contoh : - I was ill yesterday
= Saya sakit kemarin
2. Poa kalimat nominal negative yang digunakan adalah :
Untuk subyek You, We, They.
SUBYEK + were + not + Non Verb
Untuk subyek I, He, She, It.
SUBYEK + was + not + Non Verb
Contoh : - I was not ill yesterday
= Saya tidak sakit kemarin
3. Pola kalimat nominal Tanya yang digunakan adalah :
Untuk subyek You, We, They.
Were + SUBYEK + Non Verb ?
Untuk subyek I, He, She , It.
Was + SUBYEK + Non Verb ?
Contoh : - Was I ill yesterday
= Apakah saya sakit kemarin ?
2. Past Continuous Tense ( Bentuk Waktu Lampau Sedang Berlangsung )
Ialah pada umumnya digunakan untuk menyatakan perbuatam, keadaan atau peristiwa yang sedang berlangsung di waktu lampau di saat keadaan atau perbuatan yang lain terjadi.
1. Pola kalimat Positif yang digunakan adalah :
Untuk subyek You, We, They.
Subyek + were + infinitive + ing
Untuk subyek I,He,She, It.
Subyek + was + infinitive + ing
Contoh : - I was writing a letter when the ball rang.
= Saya sedang menulis sepucuk surat ketika bel berbunyi.
2. Pola kalimat negative yang digunakan adalah :
Untuk subyek You, We, They.
Subyek + were + not + infinitive+ ing.
Untuk subyek I, He, She, It.
Subyek + was + not + infinitive + ing
Contoh : - I was not writing a letter when the bell rang
= Saya tidak sedang menulis sepucuk surat ketika bell berbunyi.
3. Pola kalimat Tanya yang digunakan adalah :
Untuk subyek You, We, They.
Were + Subyek + infinitive + ing ?
Untuk subyek I, He,She, It.
Was + Subyek + infinitive + ing ?
Contoh : - Was I writing a letter when the bell rang
= Apakah saya sedang menulis sepucuk surat ketika bell berbunyi ?
Selasa, 03 Januari 2012
Akibat Benturan Kepala
ANDA pernah mengalami benturan kepala? Jika pernah, jangan anggap remeh. Ada beberapa hal yang perlu Anda ketahui perihal benturan kepala. Apalagi kepala merupakan bagian tubuh yang sangat rawan karena di dalam tulang tengkorak kepala tersimpan aset kehidupan yang sangat penting, yaitu otak dan sistem saraf pusat lain.
Benturan pada kepala dari cukup ringan hingga lebih berat potensial menimbulkan berbagai gangguan kesehatan. Cedera kepala adalah penyebab kematian utama dari kecelakaan lalu lintas, khususnya kecelakaan pengendara motor yang tidak memakai helm.
Pada kecelakaan lalu lintas atau trauma fisik lainnya, benturan yang relatif keras pada kepala dapat menimbulkan berbagai gangguan seperti retak dan patah tulang tengkorak, pendarahan dalam tengkorak, dan tidak jarang berbuntut pada koma serta efek benturan kepala yang lebih ringan yang dapat menimbulkan benjol. Benturan kepala juga sering terjadi gegar otak.
Benturan kepala rentan menyebabkan terjadinya gegar otak. Gejala gegar otak sendiri jika tidak ditangani baik, bisa menimbulkan komplikasi yang lebih parah. Salah satunya penyakit epilepsi.
Namun tidak semua benturan yang mengenai kepala bisa menyebabkan gegar otak. Itu karena otak dilindungi tengkorak yang kokoh ditambah selaput otak sendiri. Karena itu tidak semua benturan langsung bisa menyebabkan terjadi gegar otak itu sendiri.
Untuk memastikan, bisa dilihat dari gejalanya. Jika terjadi gegar otak, biasanya gejala yang muncul adalah pusing, kesadaran menurun, muntah berkali-kali, hingga pingsan. “Makanya jika terjadi gejala ini sebaiknya segera dibawa ke dokter untuk memastikan gegar otak atau tidak. Pastikan juga derajat gegar otak yang dialami”.
Namun tidak semua gejala muncul saat benturan terjadi. Bisa saja gejala muncul beberapa waktu kemudian. Terkadang ada yang mengalami gejala setelah beberapa jam atau sehari kemudian. “Makanya kadang-kadang ada yang meninggal kemudian. Waktu jatuh tidak ada masalah. Rupanya terjadi pendarahan di otak”.
BILA Anda mengalami benturan keras di kepala, sebaiknya cepat periksa ke dokter. Dari tekanan darah dan denyut nadi, bisa dilihat apakah ada kelainan di dalam otak. Jika ada kelainan untuk memastikannya dilakukan CT scan.
Lalu apa saja dampak gegar otak itu? Jika gegar otak ringan biasanya dalam beberapa hari bisa kembali normal. Gegar otak ringan tidak sampai menyebabkan terjadinya pendarahan di dalam jaringan otak. “Memang ada gangguan memori, tapi sementara. Beberapa hari biasanya akan kembali normal”.
Namun pada gegar otak berat yang menimbulkan pendarahan, harus segera dioperasi untuk menghilangkannya. Jika pendarahan menutupi semua otak, orang tersebut bisa meninggal dunia. Kalaupun hidup, menimbulkan kecacatan. Selain itu, meski sembuh, luka parut dalam jaringan otak tetap menimbulkan kecacatan pada otak. “Komplikasi paling sering akibat luka di jaringan otak ini adalah epilepsi.”
Benturan pada kepala dari cukup ringan hingga lebih berat potensial menimbulkan berbagai gangguan kesehatan. Cedera kepala adalah penyebab kematian utama dari kecelakaan lalu lintas, khususnya kecelakaan pengendara motor yang tidak memakai helm.
Pada kecelakaan lalu lintas atau trauma fisik lainnya, benturan yang relatif keras pada kepala dapat menimbulkan berbagai gangguan seperti retak dan patah tulang tengkorak, pendarahan dalam tengkorak, dan tidak jarang berbuntut pada koma serta efek benturan kepala yang lebih ringan yang dapat menimbulkan benjol. Benturan kepala juga sering terjadi gegar otak.
Benturan kepala rentan menyebabkan terjadinya gegar otak. Gejala gegar otak sendiri jika tidak ditangani baik, bisa menimbulkan komplikasi yang lebih parah. Salah satunya penyakit epilepsi.
Namun tidak semua benturan yang mengenai kepala bisa menyebabkan gegar otak. Itu karena otak dilindungi tengkorak yang kokoh ditambah selaput otak sendiri. Karena itu tidak semua benturan langsung bisa menyebabkan terjadi gegar otak itu sendiri.
Untuk memastikan, bisa dilihat dari gejalanya. Jika terjadi gegar otak, biasanya gejala yang muncul adalah pusing, kesadaran menurun, muntah berkali-kali, hingga pingsan. “Makanya jika terjadi gejala ini sebaiknya segera dibawa ke dokter untuk memastikan gegar otak atau tidak. Pastikan juga derajat gegar otak yang dialami”.
Namun tidak semua gejala muncul saat benturan terjadi. Bisa saja gejala muncul beberapa waktu kemudian. Terkadang ada yang mengalami gejala setelah beberapa jam atau sehari kemudian. “Makanya kadang-kadang ada yang meninggal kemudian. Waktu jatuh tidak ada masalah. Rupanya terjadi pendarahan di otak”.
BILA Anda mengalami benturan keras di kepala, sebaiknya cepat periksa ke dokter. Dari tekanan darah dan denyut nadi, bisa dilihat apakah ada kelainan di dalam otak. Jika ada kelainan untuk memastikannya dilakukan CT scan.
Lalu apa saja dampak gegar otak itu? Jika gegar otak ringan biasanya dalam beberapa hari bisa kembali normal. Gegar otak ringan tidak sampai menyebabkan terjadinya pendarahan di dalam jaringan otak. “Memang ada gangguan memori, tapi sementara. Beberapa hari biasanya akan kembali normal”.
Namun pada gegar otak berat yang menimbulkan pendarahan, harus segera dioperasi untuk menghilangkannya. Jika pendarahan menutupi semua otak, orang tersebut bisa meninggal dunia. Kalaupun hidup, menimbulkan kecacatan. Selain itu, meski sembuh, luka parut dalam jaringan otak tetap menimbulkan kecacatan pada otak. “Komplikasi paling sering akibat luka di jaringan otak ini adalah epilepsi.”
Menanti Sepak Bola Indonesia di Masa Depan
“Pemain Asal Indonesia Rebut Penghargaan Pemain Terbaik Asia”. “Persipura Jayapura Juara Liga Champion Asia”. “Asa Garuda Muda di Putaran Final Olimpiade”. “Kandaskan Jepang, Garuda Juara Piala Asia”. “Indonesia, Berada di Grup Maut Piala Dunia”. “ASEAN, Bukan Lagi Level Garuda”. Impian penggila sepak bola bangsa ini untuk melihat bertebarannya headline koran-koran nasional di atas nampaknya tidak bisa direalisasikan saat ini juga.
Sepak bola, merupakan olahraga yang paling diminati di seluruh pelosok bangsa ini. Pamor sepak bola nasional yang minim prestasi bukan halangan bagi masyarakat yang memutuskan untuk menjadi suporter, sejati ataupun sesaat. Gemerlap prestasi jelas kalah dari bulu tangkis, olahraga raket ini mampu memberikan banyak prestasi tingkat dunia bagi Indonesia. Entah mengapa kecintaan masyarakat pada sepak bola tak pernah luntur. Bisa dibilang prestasi sepak bola Indonesia sejajar dengan tingkat korupsi yang menggerus kekayaan negeri ini. Apalagi saat ini kompetisi yang tak kunjung dimulai yang berakhir dengan ricuh dan dualisme dari berbagai pihak. Klub yang dulu menyatukan seluruh rakyat di daerah, kini mulai terpecah dengan trend dualisme yang banyak muncul. Suporter dituntut memilih Arema, Persija, PSMS, Persis Solo, Persebaya yang katanya resmi di bawah naungan PSSI atau yang katanya di liga yang ilegal menurut PSSI. Belum lagi carut-marut tim nasional senior yang dibantai habis-habisan di Kualifikasi Piala Dunia 2014. Walau sempat asa juara muncul kala Garuda Muda tampil di final SEAG 2011 yang lalu, masyarakat masih diuji kesabarannya untuk meliahat Sang Saka Merah Putih berkibar tinggi. Mungkin kekalahan Garuda Muda merupakan muara dari kejamnya rezim PSSI yang dahulu maupun kini.
Kalau diteruskan tulisan ini bakal dipenuhi dengan keburukan sepak bola nasional, maka cukup saja sampai di situ. Stigma-stigma buruk tentang sepak bola nasional perlu dihapus secepatnya. Optimisme yang sempat ada jangan sampai redup lagi sampai kapanpun. Indonesia dipenuhi oleh banyaknya pemain berbakat. 220 juta masyarakat Indonesia, bakal ada yang mewakili Asia untuk menjadi “Ronaldo baru” atau “Messi baru”. Jika Anda penggemar game sepak bola Football Manager (FM) dan memainkan Liga Indonesia tentu kualitas liga, pemain, dan tim nasional jauh di bawah dengan liga lain yang bisa dimainkan. Itu merupakan cerminan keadaan sepak bola kita saat ini. Saya sempat bingung, mengapa liga yang buruk berisikan skill pemain yang kalah dari negara Asia lain ini masih terus dicantumkan dalam daftar main di FM dari tahun 2005 yang lalu. Bukankah sepak bola kita kalah dari Jepang, Arab Saudi, atau bahkan Thailand yang notebene liganya tak dapat dimainkan di FM? Lalu apa alasan sang pembuat game terus mencantumkan liga di negara kita ini di database-nya?
Mugkin keyakinan yang dimiliki oleh sang publisher sama besarnya dengan saya. Jika dimainkan dalam 8-10 musim ke depan, kualitas pemain yang dimiliki Liga Indonesia sama baiknya dengan liga lain bahkan liga-liga di Eropa. Liga Indonesia menjadi magnet bagi banyak pemain berlabel bintang pengoleksi caps internasional bagi negara-negara besar atau bahkan pemain Asia sendiri.
Di dunia nyata, hal ini diawali dengan hadirnya pemain-pemain muda potensial milik negeri ini. Buktinya, 5 lulusan SAD Indonesia di Uruguay telah dikontrak klub non Indonesia, belum lagi ketika Indonesia berhasil menjuarai turnamen gelaran Arsenal di London. Hasilnya, 2 pemain belia hampir direkrut Arsenal Academy, akademi sepak bola terbaik tanah Inggris. Kita juga masih ingat ketika tim asal Indonesia menjuarai turnamen AC Milan 2 kali secara beruntun. Dan yang mengejutkan lagi, mereka berhasil menang atas AC Milan Academy, akademi resmi milik Milan.
Jika pengelolaan dan pembinaan pemain muda Indonesai mulai dikembangkan dari sekarang tanpa ada pemutus rantai jenjang usia, bukan tak mungkin mereka menjadi key player di klub-klub top Eropa mendatang. Sungguh membingungkan jika ketika mereka sarat prestasi di masa muda tak bisa membawa Sang Garuda memenuhi jutaan harapan pecinta sepak bola.
Mari bergerak dan tak lagi menanti menciptakan sepak bola Indonesia yang luar biasa hebatnya. Tim nasional yang tak lagi harus menjadi bulan-bulanan negara lain. Suporter yang tak harus mengeluarkan tangis ketika Garuda kalah dari negara tetangga. Dan saya tak sabar menunggu, ketika headline di atas tadi saya baca dengan sungguh nyata. bravo sepak bola Indonesia!
Sepak bola, merupakan olahraga yang paling diminati di seluruh pelosok bangsa ini. Pamor sepak bola nasional yang minim prestasi bukan halangan bagi masyarakat yang memutuskan untuk menjadi suporter, sejati ataupun sesaat. Gemerlap prestasi jelas kalah dari bulu tangkis, olahraga raket ini mampu memberikan banyak prestasi tingkat dunia bagi Indonesia. Entah mengapa kecintaan masyarakat pada sepak bola tak pernah luntur. Bisa dibilang prestasi sepak bola Indonesia sejajar dengan tingkat korupsi yang menggerus kekayaan negeri ini. Apalagi saat ini kompetisi yang tak kunjung dimulai yang berakhir dengan ricuh dan dualisme dari berbagai pihak. Klub yang dulu menyatukan seluruh rakyat di daerah, kini mulai terpecah dengan trend dualisme yang banyak muncul. Suporter dituntut memilih Arema, Persija, PSMS, Persis Solo, Persebaya yang katanya resmi di bawah naungan PSSI atau yang katanya di liga yang ilegal menurut PSSI. Belum lagi carut-marut tim nasional senior yang dibantai habis-habisan di Kualifikasi Piala Dunia 2014. Walau sempat asa juara muncul kala Garuda Muda tampil di final SEAG 2011 yang lalu, masyarakat masih diuji kesabarannya untuk meliahat Sang Saka Merah Putih berkibar tinggi. Mungkin kekalahan Garuda Muda merupakan muara dari kejamnya rezim PSSI yang dahulu maupun kini.
Kalau diteruskan tulisan ini bakal dipenuhi dengan keburukan sepak bola nasional, maka cukup saja sampai di situ. Stigma-stigma buruk tentang sepak bola nasional perlu dihapus secepatnya. Optimisme yang sempat ada jangan sampai redup lagi sampai kapanpun. Indonesia dipenuhi oleh banyaknya pemain berbakat. 220 juta masyarakat Indonesia, bakal ada yang mewakili Asia untuk menjadi “Ronaldo baru” atau “Messi baru”. Jika Anda penggemar game sepak bola Football Manager (FM) dan memainkan Liga Indonesia tentu kualitas liga, pemain, dan tim nasional jauh di bawah dengan liga lain yang bisa dimainkan. Itu merupakan cerminan keadaan sepak bola kita saat ini. Saya sempat bingung, mengapa liga yang buruk berisikan skill pemain yang kalah dari negara Asia lain ini masih terus dicantumkan dalam daftar main di FM dari tahun 2005 yang lalu. Bukankah sepak bola kita kalah dari Jepang, Arab Saudi, atau bahkan Thailand yang notebene liganya tak dapat dimainkan di FM? Lalu apa alasan sang pembuat game terus mencantumkan liga di negara kita ini di database-nya?
Mugkin keyakinan yang dimiliki oleh sang publisher sama besarnya dengan saya. Jika dimainkan dalam 8-10 musim ke depan, kualitas pemain yang dimiliki Liga Indonesia sama baiknya dengan liga lain bahkan liga-liga di Eropa. Liga Indonesia menjadi magnet bagi banyak pemain berlabel bintang pengoleksi caps internasional bagi negara-negara besar atau bahkan pemain Asia sendiri.
Di dunia nyata, hal ini diawali dengan hadirnya pemain-pemain muda potensial milik negeri ini. Buktinya, 5 lulusan SAD Indonesia di Uruguay telah dikontrak klub non Indonesia, belum lagi ketika Indonesia berhasil menjuarai turnamen gelaran Arsenal di London. Hasilnya, 2 pemain belia hampir direkrut Arsenal Academy, akademi sepak bola terbaik tanah Inggris. Kita juga masih ingat ketika tim asal Indonesia menjuarai turnamen AC Milan 2 kali secara beruntun. Dan yang mengejutkan lagi, mereka berhasil menang atas AC Milan Academy, akademi resmi milik Milan.
Jika pengelolaan dan pembinaan pemain muda Indonesai mulai dikembangkan dari sekarang tanpa ada pemutus rantai jenjang usia, bukan tak mungkin mereka menjadi key player di klub-klub top Eropa mendatang. Sungguh membingungkan jika ketika mereka sarat prestasi di masa muda tak bisa membawa Sang Garuda memenuhi jutaan harapan pecinta sepak bola.
Mari bergerak dan tak lagi menanti menciptakan sepak bola Indonesia yang luar biasa hebatnya. Tim nasional yang tak lagi harus menjadi bulan-bulanan negara lain. Suporter yang tak harus mengeluarkan tangis ketika Garuda kalah dari negara tetangga. Dan saya tak sabar menunggu, ketika headline di atas tadi saya baca dengan sungguh nyata. bravo sepak bola Indonesia!
Sabtu, 31 Desember 2011
Jangan Sampai Kita Jatuh karena Kesombongan
Ada sebuah kisah suatu hari seorang pria yang bertamu ke rumah Sang Guru tertegun keheranan. Dia melihat Sang Guru sedang sibuk bekerja; ia mengangkuti air dengan ember dan menyikat lantai rumahnya keras-keras. Keringatnya bercucuran deras.
Menyaksikan keganjilan ini orang itu bertanya, "Apa yang sedang Anda lakukan?" Sang Guru menjawab, "Tadi saya kedatangan serombongan tamu yang meminta nasihat. Saya memberikan banyak nasihat yang bermanfaat bagi mereka. Mereka pun tampak puas sekali. Namun, setelah mereka pulang tiba-tiba saya merasa menjadi orang yang hebat. Kesombongan saya mulai bermunculan. Karena itu, saya melakukan ini untuk membunuh perasaan sombong saya."
Sombong adalah penyakit yang sering menghinggapi kita semua, yang benih- benihnya terlalu kerap muncul tanpa kita sadari. Di tingkat terbawah, sombong disebabkan olehfaktor :
MATERI
Kita merasa lebih kaya, lebih rupawan, dan lebih terhormat daripada orang lain.
KECERDASAN
Kita merasa lebih pintar, lebih kompeten, dan lebih berwawasan dibandingkan orang lain.
KEBAIKAN
Kita sering menganggap diri kita lebih bermoral, lebih pemurah, dan lebih tulus dibandingkan dengan orang lain. Yang menarik, semakin tinggi tingkat kesombongan, semakin sulit pula kita mendeteksinya. Sombong karena materi sangat mudah terlihat, namun sombong karena pengetahuan, apalagi sombong karena kebaikan, sulit erdeteksi karena seringkali hanya berbentuk benih-benih halus di dalam batin kita. Akar dari kesombongan ini adalah ego yang berlebihan. Pada tataran yang lumrah, ego menampilkan dirinya dalam bentuk harga diri (self-esteem) dan kepercayaan diri (self-confidence). Akan tetapi, begitu kedua hal ini berubah menjadi kebanggaan (pride).
Anda sudah berada sangat dekat dengan kesombongan. Batas antara bangga dan sombong tidaklah terlalu jelas. Kita sebenarnya terdiri dari dua kutub, yaitu EGO di satu kutub danKESADARAN sejati di lain kutub. Pada saat terlahir ke dunia, kita dalam keadaan telanjang dan tak punya apa-apa. Akan tetapi, seiring dengan waktu, kita mulai memupuk berbagai keinginan, lebih dari sekadar yang kita butuhkan dalam hidup. Keenam indra kita selalu mengatakan bahwa kita memerlukan lebih banyak lagi.
Perjalanan hidup cenderung menggiring kita menuju kutub ego. Ilusi ego inilah yang memperkenalkan kita kepada dualisme ketamakan (ekstrem suka) dan kebencian (ekstrem tidak suka). Inilah akar dari segala permasalahan. Perjuangan melawan kesombongan merupakan perjuangan menuju KESADARAN sejati. Untuk bisa melawan kesombongan dengan segala bentuknya, ada duaperubahan paradigma yang perlu kita lakukan. Pertama, kita perlu menyadari bahwa pada hakikatnya kita bukanlah MAKHLUK FISIK, tetapiMAKHLUK SPIRITUAL.
Kesejatian kita adalah spiritualitas, sementara tubuh fisik hanyalah sarana untuk hidup di dunia. Kita lahir dengan tangan kosong, dan (ingat!) kita pun akan mati dengan tangan kosong. Pandangan seperti ini akan membuat kita melihat semua makhluk dalam kesetaraan universal. Kita tidak akan lagi terkelabui oleh penampilan, label, dan segala "tampak luar" lainnya.
Yang kini kita lihat adalah "tampak dalam". Pandangan seperti ini akan membantu menjauhkan kita dari berbagai kesombongan atau ilusi ego. Kedua, kita perlu menyadari bahwa apa pun perbuatan baik yang kita lakukan, semuanya itu semata-mata adalah juga demi diri kita sendiri. Kita memberikan sesuatu kepada orang lain adalah juga demi kita sendiri. Dalam hidup ini berlaku hukum kekekalan energi. Energi yang kita berikan kepada dunia tak akan pernah musnah. Energi itu akan kembali kepada kita dalam bentuk yang lain. Kebaikan yang kita lakukan pasti akan kembali kepada kita dalam bentuk persahabatan, cinta kasih, makna hidup, maupun kepuasan batin yang mendalam. Jadi, setiap berbuat baik kepada pihak lain, kita sebenarnya sedang berbuat baik kepada diri kita sendiri. Kalau begitu, apa yang kita sombongkan?
Menyaksikan keganjilan ini orang itu bertanya, "Apa yang sedang Anda lakukan?" Sang Guru menjawab, "Tadi saya kedatangan serombongan tamu yang meminta nasihat. Saya memberikan banyak nasihat yang bermanfaat bagi mereka. Mereka pun tampak puas sekali. Namun, setelah mereka pulang tiba-tiba saya merasa menjadi orang yang hebat. Kesombongan saya mulai bermunculan. Karena itu, saya melakukan ini untuk membunuh perasaan sombong saya."
Sombong adalah penyakit yang sering menghinggapi kita semua, yang benih- benihnya terlalu kerap muncul tanpa kita sadari. Di tingkat terbawah, sombong disebabkan olehfaktor :
MATERI
Kita merasa lebih kaya, lebih rupawan, dan lebih terhormat daripada orang lain.
KECERDASAN
Kita merasa lebih pintar, lebih kompeten, dan lebih berwawasan dibandingkan orang lain.
KEBAIKAN
Kita sering menganggap diri kita lebih bermoral, lebih pemurah, dan lebih tulus dibandingkan dengan orang lain. Yang menarik, semakin tinggi tingkat kesombongan, semakin sulit pula kita mendeteksinya. Sombong karena materi sangat mudah terlihat, namun sombong karena pengetahuan, apalagi sombong karena kebaikan, sulit erdeteksi karena seringkali hanya berbentuk benih-benih halus di dalam batin kita. Akar dari kesombongan ini adalah ego yang berlebihan. Pada tataran yang lumrah, ego menampilkan dirinya dalam bentuk harga diri (self-esteem) dan kepercayaan diri (self-confidence). Akan tetapi, begitu kedua hal ini berubah menjadi kebanggaan (pride).
Anda sudah berada sangat dekat dengan kesombongan. Batas antara bangga dan sombong tidaklah terlalu jelas. Kita sebenarnya terdiri dari dua kutub, yaitu EGO di satu kutub danKESADARAN sejati di lain kutub. Pada saat terlahir ke dunia, kita dalam keadaan telanjang dan tak punya apa-apa. Akan tetapi, seiring dengan waktu, kita mulai memupuk berbagai keinginan, lebih dari sekadar yang kita butuhkan dalam hidup. Keenam indra kita selalu mengatakan bahwa kita memerlukan lebih banyak lagi.
Perjalanan hidup cenderung menggiring kita menuju kutub ego. Ilusi ego inilah yang memperkenalkan kita kepada dualisme ketamakan (ekstrem suka) dan kebencian (ekstrem tidak suka). Inilah akar dari segala permasalahan. Perjuangan melawan kesombongan merupakan perjuangan menuju KESADARAN sejati. Untuk bisa melawan kesombongan dengan segala bentuknya, ada duaperubahan paradigma yang perlu kita lakukan. Pertama, kita perlu menyadari bahwa pada hakikatnya kita bukanlah MAKHLUK FISIK, tetapiMAKHLUK SPIRITUAL.
Kesejatian kita adalah spiritualitas, sementara tubuh fisik hanyalah sarana untuk hidup di dunia. Kita lahir dengan tangan kosong, dan (ingat!) kita pun akan mati dengan tangan kosong. Pandangan seperti ini akan membuat kita melihat semua makhluk dalam kesetaraan universal. Kita tidak akan lagi terkelabui oleh penampilan, label, dan segala "tampak luar" lainnya.
Yang kini kita lihat adalah "tampak dalam". Pandangan seperti ini akan membantu menjauhkan kita dari berbagai kesombongan atau ilusi ego. Kedua, kita perlu menyadari bahwa apa pun perbuatan baik yang kita lakukan, semuanya itu semata-mata adalah juga demi diri kita sendiri. Kita memberikan sesuatu kepada orang lain adalah juga demi kita sendiri. Dalam hidup ini berlaku hukum kekekalan energi. Energi yang kita berikan kepada dunia tak akan pernah musnah. Energi itu akan kembali kepada kita dalam bentuk yang lain. Kebaikan yang kita lakukan pasti akan kembali kepada kita dalam bentuk persahabatan, cinta kasih, makna hidup, maupun kepuasan batin yang mendalam. Jadi, setiap berbuat baik kepada pihak lain, kita sebenarnya sedang berbuat baik kepada diri kita sendiri. Kalau begitu, apa yang kita sombongkan?
Rabu, 16 November 2011
perusahaan yang pernah mengalami masalah
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Dalam dunia usaha, suatu perusahaan tidak selalu berjalan dengan baik, dan acapkali keadaan keuangannya sudah sedemikian rupa sehingga perusahaan tersebut tidak lagi sanggup membayar utang-utangnya. Hal demikian dapat pula terjadi terhadap perorangan yang melakukan suatu usaha.
Dapat dikatakan bahwa kehidupan suatu perusahaan dapat saja dalam kondisi untung atau keadaan rugi. Kalau keadaan untung, perusahaan berkembang dan berkembang terus, sehingga menjadi perusahaan raksasa. Sebaliknya, apabila kondisi perusahaan menderita rugi, maka garis hidupnya menurun. Jadi garis hidup suatu perusahaan pada suatu saat naik dan pada saat lain menurun, begitu seterusnya, sehingga garis hidup perusahaan itu merupakan garis yang menaik dan menurun seperti grafik. Sebagian perusahaan dapat mempertahankan hidupnya, tetapi sebagian tidak dapat mempertahankan lagi hidupnya, akhirnya perusahaan tersebut terpaksa gulung tikar.
Berikut adalah informasi yang diterima mengenai masalah ketepatan waktu pelaporan audit. Pelaksanaan audit internal pada bagian operasional yang dilakukan untuk triwulan pertama pada tahun 2010. Pelaksanaan audit yang seharusnya dimulai 5 Mei 2010 dan selesai tanggal 28 Mei 2010, pelaporan hasil pemeriksaan mundur hingga tanggal 31 Juni 2010. Kemudian untuk pemeriksaan triwulan pertama tahun 2011 yang akan dilaksanakan pada bulan Mei pun akan mengalami keterlambatan pula dalam pelaporan hasil audit dalam surat perintah, audit triwulan pertama tahun 2011 dimulai tanggal 18 Mei 2011 dan selesai tanggal 3 Juni 2011. Namun dilihat dari jadwal pemeriksaan laporan hasil audit selesai pada 17 Juli 2011.
Sebagai orang yang memiliki tugas dan tanggung jawab dalam hal mengawasi jalannya kegiatan financial maupun kegiatan operasional , maka sudah sepantasnya apabila orang yang berada dalam jajaran departemen internal audit ini merupakan para profesional yang benar-benar memiliki kemampuan yang sangat memadai. Paling tidak seorang auditor harus memiliki pemahaman yang cukup kuat baik mengenai ilmu accounting dan auditing (secara teknis) di samping kemampuan memahami segala aspek yang menyangkut bidang bisnis operasional perusahaan. Namun tak jarang di jumpai seorang auditor internal yang memiliki kemampuan teknis dan pengalaman kerja yang minim dibanding dengan persyaratan yang diperlukan dalam melakukan tugas auditnya. Salah satu dapat dikatakan sorang auditor internal tersebut professional adalah dengan memiliki sertifikasi QIA. Penyandang gelar QIA tersebut merupakan pengakuan bahwa auditor internal tersebut memiliki pengetahuan dan keterampilan yang sejajar dengan kualifikasi auditor internal kelas dunia. Namun dalam prakteknya yang terjadi pada PT. PINDAD (Persero) adalah masih sedikit pegawai di Satuan Pengawas Internal memiliki sertifikasi bahkan masih ada pegawai yang belum melaksanakan pendidikan yang berkelanjutan mengenai profesi audit internal.
1.2. Tujuan
Untuk mengetahui masalah yang pernah dialami pada PT. PINDAD di sektor kemampuan professional dan independensi auditor internal terhadap kualitas laporan audit pada PT. PINDAD (Persero).
BAB II
PEMBAHASAN
2.1. Pengertian Etika Bisnis
Pengertian etika berbeda dengan etiket. Etiket berasal dari bahasa Prancis etiquetteyang berarti tata cara pergaulan yang baik antara sesama menusia. Sementara itu etika, berasal dari bahasa Latin, berarti falsafah moral dan merupakan cara hidup yang benar dilihat dari sudut budaya, susila, dan agama. Etika merupakan filsafat / pemikiran kritis dan rasional mengenal nilai dan norma moral yg menentukan dan terwujud dalam sikap dan pada perilaku hidup manusia, baik secara pribadi maupun sebagai kelompok.(sebuah ilmu : pengejawantahan secara kritis ajaran moral yang dipakai).
Mengapa Etika Bisnis Diperlukan ?
1. Para Pelaku Bisnis dituntut Profesional
2. Persaingan semakin tinggi
3. Kepuasan konsumen faktor utama
4. Perusahaan dapat dipercaya dalam jangka panjang
5. Mencegah jangan sampai dikenakan sanksi-sanksi pemerintah pada akhirnya mengambil
keputusan.
Sikap Bisnis Ditunjukan Dalam Hal
-Intergrity : Bertindak jujur & benar
-Manner : Tidak Egois
-Personality : Kepribadian
-Aparance : Penampilan
-Consideration : Memahami sudut pandang lain dalam berfikir selama berbicara.
Etika Bisnis Dlm Penggunaan Hak Milik Intelektual :
1.Hak Cipta : Pencipta / penerima hak untuk mengumumkan ciptaannya.
2.Hak Paten : Negara ; penemuan teknologi
3.Hak Merek : Tanda , gambar, tulisan, pembeda barang & jasa.
Bisnis ; “Business” ; Kegiatan Usaha.
Bisnis ; Kegiatan yang bertujuan mengutamakan keuntungan dengan memperhitungkan rugi laba, mengutamakan What I Have To Get , Not What I have To Do.
Kegiatan Bisnis Di Kelompokan Dalam 3 Bidang :
1.Kegiatan Perdagangan : jual-beli
2.Bisnis dalam arti kegiatan industri
3.Bisnis dalam arti kegiatan jasa-jasa.
Mempraktikkan bisnis dengan etiket berarti mempraktikkan tata cara bisnis yang sopan dan santun sehingga kehidupan bisnis menyenangkan karena saling menghormati. Etiket berbisnis diterapkan pada sikap kehidupan berkantor, sikap menghadapi rekan-rekan bisnis, dan sikap di mana kita tergabung dalam organisasi. Itu berupa senyum — sebagai apresiasi yang tulus dan terima kasih, tidak menyalah gunakan kedudukan, kekayaan, tidak lekas tersinggung, kontrol diri, toleran, dan tidak memotong pembicaraan orang lain.
Dengan kata lain, etiket bisnis itu memelihara suasana yang menyenangkan, menimbulkan rasa saling menghargai, meningkatkan efisiensi kerja, dan meningkatkan citra pribadi dan perusahaan. Berbisnis dengan etika bisnis adalah menerapkan aturan-aturan umum mengenai etika pada perilaku bisnis. Etika bisnis menyangkut moral, kontak sosial, hak-hak dan kewajiban, prinsip-prinsip dan aturan-aturan. Jika aturan secara umum mengenai etika mengatakan bahwa berlaku tidak jujur adalah tidak bermoral dan beretika, maka setiap insan bisnis yang tidak berlaku jujur dengan pegawainya, pelanggan, kreditur, pemegang usaha maupun pesaing dan masyarakat, maka ia dikatakan tidak etis dan tidak bermoral.
Intinya adalah bagaimana kita mengontrol diri kita sendiri untuk dapat menjalani bisnis dengan baik dengan cara peka dan toleransi. Dengan kata lain, etika bisnis untuk mengontrol bisnis agar tidak tamak. Bahwa itu bukan bagianku. Perlakukan orang lain sebagaimana kita ingin diperlakukan. Pelanggaran etika bisa terjadi di mana saja, termasuk dalam dunia bisnis.Untuk meraih keuntungan, masih banyak perusahaan yang melakukan berbagai pelanggaran moral. Praktik curang ini bukan hanya merugikan perusahaan lain, melainkan juga masyarakat dan negara. Praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) tumbuh subur di banyak perusahaan.
Ketika ekonomi Indonesia tumbuh pesat dalam sepuluh tahun terakhir, banyak pendatang baru di bisnis. Ada pedagang yang menjadi bankir. Banyak juga pengusaha yang sangat ekspansif di luar kemampuan. Mereka berlomba membangun usaha konglomerasi yang keluar dari bisnis intinya tanpa disertai manajemen organisasi yang baik. Akibatnya, pada saat ekonomi sulit banyak perusahaan yang bangkrut. Pelanggaran etik bisnis di perusahaan memang banyak, tetapi upaya untuk menegakan etik perlu digalakkan. Misalkan, perusahaan tidak perlu berbuat curang untuk meraih kemenangan. Hubungan yang tidak transparan dapat menimbulkan hubungan istimewa atau kolusi dan memberikan peluang untuk korupsi.
Etika bisnis tidak akan dilanggar jika ada aturan dan sangsi. Kalau semua tingkah laku salah dibiarkan, lama kelamaan akan menjadi kebiasaan. Repotnya, norma yang salah ini akan menjadi budaya. Oleh karena itu bila ada yang melanggar aturan diberikan sangsi untuk memberi pelajaran kepada yang bersangkutan.
Upaya yang dapat dilakukan oleh perusahaan untuk menegakkan budaya transparansi antara lain:
1. Penegakkan budaya berani bertanggung jawab atas segala tingkah lakunya. Individu yang mempunyai kesalahan jangan bersembunyi di balik institusi. Untuk menyatakan kebenaran kadang dianggap melawan arus, tetapi sekarang harus ada keberanian baru untuk menyatakan pendapat.
2. Ukuran-ukuran yang dipakai untuk mengukur kinerja jelas. Bukan berdasarkan kedekatan dengan atasan, melainkan kinerja.
3. Pengelolaan sumber daya manusia harus baik.
4. Visi dan misi perusahaan jelas yang mencerminkan tingkah laku organisasi.
2.2. Contoh Kasus
PT. PINDAD (Persero) yang bergerak dibidang industri pembuatan senjata, amunisi dan peralatan sistem senjata untuk TNI dan Polri, Pembuatan laporan audit internal dapat dikatakan belum memenuhi standar kualitas laporan audit internal. Hal ini dapat dilihat dari laporan audit yang dibuat oleh auditor internal yang dinilai belum tepat waktu dalam penyampaian laporan audit internal tersebut. Dampak dari permasalahan tersebut adalah terhambatnya tujuan dari pelaksanaan audit internal. Keterlambatan tersebut menyebabkan pihak manajemen tidak akan memiliki pengetahuan lengkap atas kondisi yang terjadi di perusahaan dan akan memperlambat pengambilan keputusan atau memberikan rekomendasi untuk dilakukannya tindakan perbaikan yang dibutuhkan atas masalah yang terjadi pada perusahaan.
Dalam melaksanakan tugasnya. Seorang auditor internal harus mandiri dan terpisah dari berbagai kegiatan yang diperiksa. menurut Hiro Tugiman, dikatakan mandiri apabila dapat melaksanakan pekerjaannya secara bebas dan objektif. Tujuan utama dari audit adalah untuk memberikan keyakinan yang memadai bahwa yang diperiksa disajikan secara lengkap dan didasarkan pada analisis yang obyektif. Artinya kualitas laporan, khususnya yang penting, tidak boleh dikompromikan karena alasan apapun. Tidak boleh ada situasi yang membuat seorang auditor merasa tidak dapat memberikan pendapatnya yang obyektif. Karena dengan adanya laporan audit internal tersebut, perusahaan dapat mengetahui informasi-informasi tentang sejauh mana efektivitas, efisiensi dan ekonomisasi kinerja selama ini, dan selanjutnya menjadi dasar pertimbangan bagi manajemen untuk melakukan perbaikan-perbaikan yang diperlukan guna meningkatkan kinerja perusahaan.
Sehubungan dengan manfaat dan tujuannya yaitu sebagai dasar pertimbangan dalam upaya peningkatan kinerja perusahaan, maka diperlukan suatu laporan audit internal yang berkualitas. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut maka auditor dituntut untuk lebih bertanggung jawab terhadap hasil pemeriksaan yang dilakukan, dengan mendasarkan pada kode etik dan standard profesi. Laporan audit merupakan satu-satunya dari produk unit audit internal yang secara teratur dilaporkan kepada manajemen senior, dewan direksi, dewan komisaris, dan komite audit. Tuntutan terhadap laporan audit yang berkualitas semakin penting, yaitu laporan audit harus memenuhi kriteria objektif, jelas, singkat, konstruktif, dan tepat waktu dalam penyampaiannya. Tuntutan ini adalah hal yang wajar karena telah berbagai penelitian yang mengemukakan bahwa terjadinya tata kelola perusahaan yang buruk diantaranya disebabkan oleh pelaporan yang buruk dari auditor internal.
Komitmen terhadap independensi juga harus diimplementasikan oleh internal auditor dalam menetapkan metode, cara, teknik, dan pendekatan audit yang dilaksanakan. Kebebasan dan sikap mental internal auditor tercermin dari laporan internal audit yang lengkap, obyektif serta berdasarkan analisa yang cermat dan tidak memihak.
Pengaruh kurangnya profesional dan tingkat independen seorang auditor internal dapat menimbulkan kegagalan dan penipuan karena sebagian besar dari audit yang dilakukan tidak diakui.
BAB III
KESIMPULAN
Berdasarkan penjelasan diatas maka pada PT. PINDAD harus memiliki Seorang auditor internal harus mandiri dan terpisah dari berbagai kegiatan yang diperiksa, dikatakan mandiri apabila dapat melaksanakan pekerjaannya secara bebas dan objektif. Sebagai orang yang memiliki tugas dan tanggung jawab dalam hal mengawasi jalannya kegiatan financial maupun kegiatan operasional , maka sudah sepantasnya apabila orang yang berada dalam jajaran departemen internal audit ini merupakan para profesional yang benar-benar memiliki kemampuan yang sangat memadai. Komitmen terhadap independensi juga harus diimplementasikan oleh internal auditor dalam menetapkan metode, cara, teknik, laporan internal audit yang lengkap, obyektif serta berdasarkan analisa yang cermat dan tidak memihak.
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Dalam dunia usaha, suatu perusahaan tidak selalu berjalan dengan baik, dan acapkali keadaan keuangannya sudah sedemikian rupa sehingga perusahaan tersebut tidak lagi sanggup membayar utang-utangnya. Hal demikian dapat pula terjadi terhadap perorangan yang melakukan suatu usaha.
Dapat dikatakan bahwa kehidupan suatu perusahaan dapat saja dalam kondisi untung atau keadaan rugi. Kalau keadaan untung, perusahaan berkembang dan berkembang terus, sehingga menjadi perusahaan raksasa. Sebaliknya, apabila kondisi perusahaan menderita rugi, maka garis hidupnya menurun. Jadi garis hidup suatu perusahaan pada suatu saat naik dan pada saat lain menurun, begitu seterusnya, sehingga garis hidup perusahaan itu merupakan garis yang menaik dan menurun seperti grafik. Sebagian perusahaan dapat mempertahankan hidupnya, tetapi sebagian tidak dapat mempertahankan lagi hidupnya, akhirnya perusahaan tersebut terpaksa gulung tikar.
Berikut adalah informasi yang diterima mengenai masalah ketepatan waktu pelaporan audit. Pelaksanaan audit internal pada bagian operasional yang dilakukan untuk triwulan pertama pada tahun 2010. Pelaksanaan audit yang seharusnya dimulai 5 Mei 2010 dan selesai tanggal 28 Mei 2010, pelaporan hasil pemeriksaan mundur hingga tanggal 31 Juni 2010. Kemudian untuk pemeriksaan triwulan pertama tahun 2011 yang akan dilaksanakan pada bulan Mei pun akan mengalami keterlambatan pula dalam pelaporan hasil audit dalam surat perintah, audit triwulan pertama tahun 2011 dimulai tanggal 18 Mei 2011 dan selesai tanggal 3 Juni 2011. Namun dilihat dari jadwal pemeriksaan laporan hasil audit selesai pada 17 Juli 2011.
Sebagai orang yang memiliki tugas dan tanggung jawab dalam hal mengawasi jalannya kegiatan financial maupun kegiatan operasional , maka sudah sepantasnya apabila orang yang berada dalam jajaran departemen internal audit ini merupakan para profesional yang benar-benar memiliki kemampuan yang sangat memadai. Paling tidak seorang auditor harus memiliki pemahaman yang cukup kuat baik mengenai ilmu accounting dan auditing (secara teknis) di samping kemampuan memahami segala aspek yang menyangkut bidang bisnis operasional perusahaan. Namun tak jarang di jumpai seorang auditor internal yang memiliki kemampuan teknis dan pengalaman kerja yang minim dibanding dengan persyaratan yang diperlukan dalam melakukan tugas auditnya. Salah satu dapat dikatakan sorang auditor internal tersebut professional adalah dengan memiliki sertifikasi QIA. Penyandang gelar QIA tersebut merupakan pengakuan bahwa auditor internal tersebut memiliki pengetahuan dan keterampilan yang sejajar dengan kualifikasi auditor internal kelas dunia. Namun dalam prakteknya yang terjadi pada PT. PINDAD (Persero) adalah masih sedikit pegawai di Satuan Pengawas Internal memiliki sertifikasi bahkan masih ada pegawai yang belum melaksanakan pendidikan yang berkelanjutan mengenai profesi audit internal.
1.2. Tujuan
Untuk mengetahui masalah yang pernah dialami pada PT. PINDAD di sektor kemampuan professional dan independensi auditor internal terhadap kualitas laporan audit pada PT. PINDAD (Persero).
BAB II
PEMBAHASAN
2.1. Pengertian Etika Bisnis
Pengertian etika berbeda dengan etiket. Etiket berasal dari bahasa Prancis etiquetteyang berarti tata cara pergaulan yang baik antara sesama menusia. Sementara itu etika, berasal dari bahasa Latin, berarti falsafah moral dan merupakan cara hidup yang benar dilihat dari sudut budaya, susila, dan agama. Etika merupakan filsafat / pemikiran kritis dan rasional mengenal nilai dan norma moral yg menentukan dan terwujud dalam sikap dan pada perilaku hidup manusia, baik secara pribadi maupun sebagai kelompok.(sebuah ilmu : pengejawantahan secara kritis ajaran moral yang dipakai).
Mengapa Etika Bisnis Diperlukan ?
1. Para Pelaku Bisnis dituntut Profesional
2. Persaingan semakin tinggi
3. Kepuasan konsumen faktor utama
4. Perusahaan dapat dipercaya dalam jangka panjang
5. Mencegah jangan sampai dikenakan sanksi-sanksi pemerintah pada akhirnya mengambil
keputusan.
Sikap Bisnis Ditunjukan Dalam Hal
-Intergrity : Bertindak jujur & benar
-Manner : Tidak Egois
-Personality : Kepribadian
-Aparance : Penampilan
-Consideration : Memahami sudut pandang lain dalam berfikir selama berbicara.
Etika Bisnis Dlm Penggunaan Hak Milik Intelektual :
1.Hak Cipta : Pencipta / penerima hak untuk mengumumkan ciptaannya.
2.Hak Paten : Negara ; penemuan teknologi
3.Hak Merek : Tanda , gambar, tulisan, pembeda barang & jasa.
Bisnis ; “Business” ; Kegiatan Usaha.
Bisnis ; Kegiatan yang bertujuan mengutamakan keuntungan dengan memperhitungkan rugi laba, mengutamakan What I Have To Get , Not What I have To Do.
Kegiatan Bisnis Di Kelompokan Dalam 3 Bidang :
1.Kegiatan Perdagangan : jual-beli
2.Bisnis dalam arti kegiatan industri
3.Bisnis dalam arti kegiatan jasa-jasa.
Mempraktikkan bisnis dengan etiket berarti mempraktikkan tata cara bisnis yang sopan dan santun sehingga kehidupan bisnis menyenangkan karena saling menghormati. Etiket berbisnis diterapkan pada sikap kehidupan berkantor, sikap menghadapi rekan-rekan bisnis, dan sikap di mana kita tergabung dalam organisasi. Itu berupa senyum — sebagai apresiasi yang tulus dan terima kasih, tidak menyalah gunakan kedudukan, kekayaan, tidak lekas tersinggung, kontrol diri, toleran, dan tidak memotong pembicaraan orang lain.
Dengan kata lain, etiket bisnis itu memelihara suasana yang menyenangkan, menimbulkan rasa saling menghargai, meningkatkan efisiensi kerja, dan meningkatkan citra pribadi dan perusahaan. Berbisnis dengan etika bisnis adalah menerapkan aturan-aturan umum mengenai etika pada perilaku bisnis. Etika bisnis menyangkut moral, kontak sosial, hak-hak dan kewajiban, prinsip-prinsip dan aturan-aturan. Jika aturan secara umum mengenai etika mengatakan bahwa berlaku tidak jujur adalah tidak bermoral dan beretika, maka setiap insan bisnis yang tidak berlaku jujur dengan pegawainya, pelanggan, kreditur, pemegang usaha maupun pesaing dan masyarakat, maka ia dikatakan tidak etis dan tidak bermoral.
Intinya adalah bagaimana kita mengontrol diri kita sendiri untuk dapat menjalani bisnis dengan baik dengan cara peka dan toleransi. Dengan kata lain, etika bisnis untuk mengontrol bisnis agar tidak tamak. Bahwa itu bukan bagianku. Perlakukan orang lain sebagaimana kita ingin diperlakukan. Pelanggaran etika bisa terjadi di mana saja, termasuk dalam dunia bisnis.Untuk meraih keuntungan, masih banyak perusahaan yang melakukan berbagai pelanggaran moral. Praktik curang ini bukan hanya merugikan perusahaan lain, melainkan juga masyarakat dan negara. Praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) tumbuh subur di banyak perusahaan.
Ketika ekonomi Indonesia tumbuh pesat dalam sepuluh tahun terakhir, banyak pendatang baru di bisnis. Ada pedagang yang menjadi bankir. Banyak juga pengusaha yang sangat ekspansif di luar kemampuan. Mereka berlomba membangun usaha konglomerasi yang keluar dari bisnis intinya tanpa disertai manajemen organisasi yang baik. Akibatnya, pada saat ekonomi sulit banyak perusahaan yang bangkrut. Pelanggaran etik bisnis di perusahaan memang banyak, tetapi upaya untuk menegakan etik perlu digalakkan. Misalkan, perusahaan tidak perlu berbuat curang untuk meraih kemenangan. Hubungan yang tidak transparan dapat menimbulkan hubungan istimewa atau kolusi dan memberikan peluang untuk korupsi.
Etika bisnis tidak akan dilanggar jika ada aturan dan sangsi. Kalau semua tingkah laku salah dibiarkan, lama kelamaan akan menjadi kebiasaan. Repotnya, norma yang salah ini akan menjadi budaya. Oleh karena itu bila ada yang melanggar aturan diberikan sangsi untuk memberi pelajaran kepada yang bersangkutan.
Upaya yang dapat dilakukan oleh perusahaan untuk menegakkan budaya transparansi antara lain:
1. Penegakkan budaya berani bertanggung jawab atas segala tingkah lakunya. Individu yang mempunyai kesalahan jangan bersembunyi di balik institusi. Untuk menyatakan kebenaran kadang dianggap melawan arus, tetapi sekarang harus ada keberanian baru untuk menyatakan pendapat.
2. Ukuran-ukuran yang dipakai untuk mengukur kinerja jelas. Bukan berdasarkan kedekatan dengan atasan, melainkan kinerja.
3. Pengelolaan sumber daya manusia harus baik.
4. Visi dan misi perusahaan jelas yang mencerminkan tingkah laku organisasi.
2.2. Contoh Kasus
PT. PINDAD (Persero) yang bergerak dibidang industri pembuatan senjata, amunisi dan peralatan sistem senjata untuk TNI dan Polri, Pembuatan laporan audit internal dapat dikatakan belum memenuhi standar kualitas laporan audit internal. Hal ini dapat dilihat dari laporan audit yang dibuat oleh auditor internal yang dinilai belum tepat waktu dalam penyampaian laporan audit internal tersebut. Dampak dari permasalahan tersebut adalah terhambatnya tujuan dari pelaksanaan audit internal. Keterlambatan tersebut menyebabkan pihak manajemen tidak akan memiliki pengetahuan lengkap atas kondisi yang terjadi di perusahaan dan akan memperlambat pengambilan keputusan atau memberikan rekomendasi untuk dilakukannya tindakan perbaikan yang dibutuhkan atas masalah yang terjadi pada perusahaan.
Dalam melaksanakan tugasnya. Seorang auditor internal harus mandiri dan terpisah dari berbagai kegiatan yang diperiksa. menurut Hiro Tugiman, dikatakan mandiri apabila dapat melaksanakan pekerjaannya secara bebas dan objektif. Tujuan utama dari audit adalah untuk memberikan keyakinan yang memadai bahwa yang diperiksa disajikan secara lengkap dan didasarkan pada analisis yang obyektif. Artinya kualitas laporan, khususnya yang penting, tidak boleh dikompromikan karena alasan apapun. Tidak boleh ada situasi yang membuat seorang auditor merasa tidak dapat memberikan pendapatnya yang obyektif. Karena dengan adanya laporan audit internal tersebut, perusahaan dapat mengetahui informasi-informasi tentang sejauh mana efektivitas, efisiensi dan ekonomisasi kinerja selama ini, dan selanjutnya menjadi dasar pertimbangan bagi manajemen untuk melakukan perbaikan-perbaikan yang diperlukan guna meningkatkan kinerja perusahaan.
Sehubungan dengan manfaat dan tujuannya yaitu sebagai dasar pertimbangan dalam upaya peningkatan kinerja perusahaan, maka diperlukan suatu laporan audit internal yang berkualitas. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut maka auditor dituntut untuk lebih bertanggung jawab terhadap hasil pemeriksaan yang dilakukan, dengan mendasarkan pada kode etik dan standard profesi. Laporan audit merupakan satu-satunya dari produk unit audit internal yang secara teratur dilaporkan kepada manajemen senior, dewan direksi, dewan komisaris, dan komite audit. Tuntutan terhadap laporan audit yang berkualitas semakin penting, yaitu laporan audit harus memenuhi kriteria objektif, jelas, singkat, konstruktif, dan tepat waktu dalam penyampaiannya. Tuntutan ini adalah hal yang wajar karena telah berbagai penelitian yang mengemukakan bahwa terjadinya tata kelola perusahaan yang buruk diantaranya disebabkan oleh pelaporan yang buruk dari auditor internal.
Komitmen terhadap independensi juga harus diimplementasikan oleh internal auditor dalam menetapkan metode, cara, teknik, dan pendekatan audit yang dilaksanakan. Kebebasan dan sikap mental internal auditor tercermin dari laporan internal audit yang lengkap, obyektif serta berdasarkan analisa yang cermat dan tidak memihak.
Pengaruh kurangnya profesional dan tingkat independen seorang auditor internal dapat menimbulkan kegagalan dan penipuan karena sebagian besar dari audit yang dilakukan tidak diakui.
BAB III
KESIMPULAN
Berdasarkan penjelasan diatas maka pada PT. PINDAD harus memiliki Seorang auditor internal harus mandiri dan terpisah dari berbagai kegiatan yang diperiksa, dikatakan mandiri apabila dapat melaksanakan pekerjaannya secara bebas dan objektif. Sebagai orang yang memiliki tugas dan tanggung jawab dalam hal mengawasi jalannya kegiatan financial maupun kegiatan operasional , maka sudah sepantasnya apabila orang yang berada dalam jajaran departemen internal audit ini merupakan para profesional yang benar-benar memiliki kemampuan yang sangat memadai. Komitmen terhadap independensi juga harus diimplementasikan oleh internal auditor dalam menetapkan metode, cara, teknik, laporan internal audit yang lengkap, obyektif serta berdasarkan analisa yang cermat dan tidak memihak.
Langganan:
Postingan (Atom)
